BetVictor,Platform penjudi web,Kasino di solon - BetVictor

The rules of baccarat_Introduction to Indonesia Lottery_The rules of baccarat_Online sports betting

  • 时间:
  • 浏览:0

NBodog Sports PBodog Sports PlBodog Sports Platformatformlatformamun, masih ada kondisi yang lBodog Sports Platformebih buruk. Mari kita lihat nasib mereka yang tinggal di daerah pelosok. Dilansir dari BBC, anak-anak di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, nggak mempunyai akses internet di desanya. Bahkan belum ada sinyal untuk telepon maupun SMS. Sumber listrik pun sangat terbatas. Akibatnya, anak-anak nggak bisa menjalani pendidikan sebagaimana mestinya selama beberapa bulan terakhir. Padahal pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup mereka kelak.

Masih ingatkah kamu pada masa kanak-kanak? Saat itu hidup terasa begitu ringan dan menyenangkan. Setiap hari kita belajar di sekolah, lalu pulang ke rumah dan bermain dengan teman. Jadi kangen ya! Nah, kebetulan hari ini adalah Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli. Tanggal yang di negeri ini diperingati untuk menghormati dan melindungi hak-hak semua anak Indonesia.

Pandemi corona memang nggak mudah untuk dihadapi. Bahkan banyak orang dewasa yang merasa stres dan cemas berlebihan. Bagaimana dengan anak-anak? Mereka juga menghadapi realita yang sama. Meskipun hanya selintas-selintas, pasti mereka pernah mendengar betapa mengerikannya dampak COVID-19. Siapapun bisa tertular, termasuk anak-anak. Bahkan hingga kini sudah ada puluhan ribu kasus positif di Indonesia.

Seperti hampir semua aspek dalam kehidupan kita tahun 2020 ini, perayaan Hari Anak Nasional pun jadi terasa berbeda di hadapan pandemi berkepanjangan. Anak-anak termasuk kelompok rentan yang harus kita lindungi bersama. Di usia di mana mereka belum mampu memahami secara menyeluruh kenapa pandemi ini terjadi, anak-anak sudah harus kehilangan kebebasan untuk bermain, bersosialisasi, ataupun mendapat pendidikan. Belum lagi situasi di dalam rumah yang sayangnya mungkin tidak ideal, anak-anak justru terancam kehilangan lebih banyak hak-haknya.

Pertemanan anak-anak / Credit: Charlein Gracia via unsplash.com

Setahun lagi, semoga kita bisa merayakan Hari Anak Nasional dalam kondisi yang lebih baik dan gembira. Bertahanlah sampai saat itu tiba. Kita pasti bisa melalui pandemi corona bersama-sama!

Sejak pandemi corona merebak, pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan physical distancing. Maka berbagai tempat umum ditutup, termasuk sekolah. Kegiatan belajar mengajar pun dilakukan secara online. Peran guru terbatas di layar komputer atau ponsel. Di luar itu, anak-anak harus belajar mandiri ditemani orang tua. Padahal banyak orang tua yang nggak punya waktu atau nggak paham pada pelajaran anaknya.

Seperti orang dewasa, anak-anak juga sedang kesulitan menghadapi pandemi corona. Begitu banyak hal yang berubah menjadi lebih buruk bagi mereka. Tetapi jika bisa melewatinya, mereka akan tumbuh menjadi lebih kuat. Tentunya dibutuhkan bantuan dan dukungan dari kita semua. Seandainya kita mempunyai adik yang masih kecil di rumah, luangkanlah waktu untuk membantu pelajaran sekolahnya dan bermain dengannya.

Tidak semua anak memiliki gawai atau jaringan internet. Credit: unsplash@chriszackrisson via unsplash.com

Dulu anak-anak bisa bermain dengan bebas. Mulai dari mengunjungi rumah temannya, bersepeda sampai jauh, berjalan-jalan ke tempat bermain, dan masih banyak lagi. Tetapi, kini mereka diimbau untuk berada di rumah aja. Kesempatan untuk bermain pun menjadi lebih terbatas. Bahkan banyak anak yang sangat jarang bertemu dengan teman seumuran sehingga menjadi kesepian dan stres.

Meskipun tahun ajaran baru sudah resmi dimulai pada 13 Juli silam, masih banyak sekolah yang diliburkan. Sebab pihak pengelola masih khawatir pada penyebaran virus corona. Mereka juga belum bisa menyediakan fasilitas yang aman untuk menunjang pendidikan. Karena itu, banyak siswa yang hingga kini masih diimbau untuk belajar dari rumah aja.